Selamat Datang di Website Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Timur
Kepala BKN Ajak Birokrasi Indonesia Modern, Berlandaskan Human Capital - BKD. Prov.Kaltim

Kepala BKN Ajak Birokrasi Indonesia Modern, Berlandaskan Human Capital

  Selasa, 04-05-2021   16:34   Renick   50

Banjarmasin : Setiap orang pasti mempunyai kekuatan dan kelemahannya masing-masing, ada cara tertentu maupun metode yang lebih obyektif untuk mengetahuinya, yang pasti bukan dengan menilai diri sendiri.

Termasuk sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) ketika menduduki suatu jabatan dalam birokrasi mesti tahu dan jelas kompetensi dan kualifikasinya sehingga bisa diarahkan dengan benar dalam karirnya.

Salah satunya metode itu yang paling obyektif saat ini maupun paling tinggi validitasnya adalah metode assessment center.

(Keterangan gambar : Kepala BKN Bima Haria Wibisana saat memotong pita peresmian gedung assessment center di Kanreg BKN VIII Banjarmasin).

Hal tadi menjadi topik bahasan penting dalam pemaparan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN)RI DR Bima Haria Wibisana saat menjadi keynote speaker acara Sosialisasi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara sekaligus Peresmian Gedung Assessment Center Kantor Regional BKN VIII Banjarmasin di Balikpapan, pada Senin (3/5/2021).

"Bagaimana agar anda tau talent diri sendiri ? anda tidak bisa mengetahui talent anda sampai anda mengikuti asessment. validitasnya sebesar 97,5 persen paling kecil 95 persen," ujar, Bima.

Selain validitasnya, Chance of errornya hanya sekitar 2,5 persen atau 5 persen. Metode asssessment lanjut Bima, adalah satu-satunya metodelogi  yang ada dan paling tinggi saat ini.

Bimapun mengemukakan, faktor kedekatan mengenal seseorang bukanlah suatu jaminan kenal kelebihan maupun kekurangan seseorang.

Misal Ia contohkan seseorang yang saling kenal dalam waktu sangat lama, hal itu bukan menjadi jaminan satu sama lain mengenal kekuatan dan kelemahannya masing-masing.

“Saya kenal dia dari kecil kok, misalnya, itu validitasnya hanya 5 persen, saya tau dia kok kan saya atasannya, itu validitasnya hanya 2 persen,” ungkapnya.

Sementara Assesment itu menggunakan multimated dan multiassesor, metodenya banyak, assessornya juga banyak , semua itu untuk menjamin akuntabilitas, transparansi dan objektivitas.

Terkait assesment, yaitu tentang kompetensi dan talenta tadi, sebut saja, pemain sepakbola terkenal Ronaldo dan Messi ketika ikut assesment dan diketahui memiliki kemampuan sebagai penyerang, tentu pelatihnya menempatkan keduanya pada posisi penyerang sesuai kompetensi dan talentanya.

Untuk mengetahui kompetensi, talenta seseorang dikatakannya perlu diukur melalui talent konseling dalam birokrasi, saat ini jabatan talent konseling tersebut belum ada sementara birokrasi kini sangat membutuhkan jabatan tersebut.

Lebih lanjut, Ia berharap birokrasi di Indonesia mesti mulai meninggalkan tradisi yang sudah tradisional agar menjadi birokrasi yang lebih modern, birokrasi yang menerapkan Human Capital, Birokrasi yang menerapkan Sistem Merit.

Sistem merit yaitu, suatu reward, ketika seseorang memiliki kompetensi, kualifikasi, kinerja lebih bagus dari lainnya tentu lebih dahulu berhak mendapatkan apresiasi dan reward.

 "Kalau anda merasa orang lain kompetensi dan kualifikasinya lebih rendah dari anda apakah anda rela kemudian dia mendapatkan apresiasi terlebih dahulu, pasti tidak rela,” ujarnya.

Acara tersebut dilaksanakan secara daring maupun luring ini dibuka oleh Kepala Kanreg BKN Wilayah VIII Banjarmasin Darmuji, dihadiri Kepala BKD/BKPSDM dilingkungan Kanreg VIII Banjarmasin dan Instansi Vertikal. Dari BKD Prov Kaltim dihadiri secara virtual oleh Kabid Pengembangan Pegawai Hj Robiana Hastawulan. BKDKaltim/Nick

 

Berita Umum