Home Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

Polri Ubah Pendekatan

JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya Kepolisian Negara Republik Indonesia menekan pemakaian dan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang selama lima tahun terakhir, dengan cara penindakan dan represif, justru kurang bisa mengurangi jumlah pemakaian maupun peredaran narkoba.

Sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Polri akan mengubah pendekatan terhadap pengguna dan pengedar narkoba. Terhadap pengguna narkoba, Polri akan melakukan pendekatan preventif, persuasi, dan rehabilitasi.

Sementara itu, terhadap pengedar dan produsen narkoba, Polri tak akan memberi ampun dan akan lebih represif. Pembawa narkoba lebih dari lima gram akan dituntut hukuman mati. Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri menyatakan hal itu kepada wartawan seusai mendampingi Ibu Negara Ny Ani Bambang Yudhoyono meresmikan peluncuran Aksi Peduli Anak Bangsa Bebas Narkoba di Jakarta, Sabtu (30/1/2010).

Acara itu juga dihadiri Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dan Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Gories Mere.

”Lima tahun kemarin kita coba kerja keras dan represif. Kenyataannya, pengguna semakin meningkat, pasar narkoba juga demikian. Sekarang kita coba pendekatan berbeda. Kita coba rangkul, preventif, dan bersinergi sehingga pengguna narkoba bisa ditekan,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, pengguna narkoba yang tertangkap tidak akan langsung ditahan, melainkan dirangkul, dibina, dan diajak berkomunikasi agar bisa memahami dan memiliki kesadaran.

Untuk itu, kata Bambang, Polri bersinergi dengan Kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pemuda dan Olahraga, kepala daerah, serta organisasi kepemudaan dan pengusaha agar memberikan pekerjaan kepada mantan pengedar narkoba. Dengan demikian, mereka tak kembali terjebak dalam peredaran narkoba.

Sebelumnya, Ibu Negara menyatakan tak sependapat dengan Polri yang selama ini lebih banyak memenjarakan pengguna narkoba. Mereka seharusnya ditempatkan di panti rehabilitasi, bukan di penjara.

Menurut Ny Ani Yudhoyono, pengguna narkoba dan sejenisnya hendaknya diberikan bimbingan. ”Masyarakat hendaknya juga mengubah persepsi tentang pemakai narkoba. Mereka jangan dijauhi, jangan dikucilkan, tetapi semestinya dirangkul, diawasi secara periodik,” katanya.

Kepala Bagian Humas BNN Sumirat Dwianto di Jakarta, Sabtu, menjelaskan, UU Narkotika yang baru memosisikan pengguna narkoba sebagai korban, bukan tersangka. (HAR/WIN)  Sumber : kompas.com, 31-01-2010

 

 

Guru Dimutasi, Siswa Demonstrasi

BALIKPAPAN -  Ratusan siswa SMAN 5 Balikpapan, Kamis (28/1) kemarin menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolahnya di Jl Ruhui Rahayu, Balikpapan Selatan. Mereka menuntut Dinas Pendidikan Kota (Disdik) Balikpapan membatalkan keputusannya memutasi tujuh guru SMA 5 ke sekolah lain.


Koordinator aksi, Akbar mengatakan, aksi ini merupakan wujud penolakan keras siswa jika tujuh guru SMAN 5 dimutasi, di antaranya Eko, Emi Sitanggang, Kusdwiyani, Amiruddin, Tennes, Hamsir, dan Erwin. Mereka dimutasi ke sejumlah sekolah di Balikpapan berdasarkan SK Kadisdik tertanggal 26 Januari 2010 lalu.


Salahsatu alasan penolakan ialah, mutasi ini akan berdampak psikologis terhadap seluruh siswa. “Sebentar lagi ujian akhir nasional (UAN), masa guru kami dimutasikan begitu saja. Siapa lagi yang mengangkat semangat kami,” kata Akbar.


Dalam tuntutannya, siswa juga mempertanyakan kebijakan peraturan di mana siswa dan guru tidak dilibatkan sebelum keputusan mutasi. Ia juga menyesalkan, peran pihak SMAN 5 yang dinilai sangat minim dalam mempertahankan ketujuh guru tersebut agar tetap mengajar di sekolahnya. “SMA lain saja bisa mempertahankan gurunya supaya enggak dimutasi, masa guru kami tidak,” terangnya.


Akbar juga mengungkapkan ketidakrasionalan mutasi guru tersebut. Misalnya yang dialami Kusdwiyani, guru PPKN ini akan dipindahkan ke salahsatu SMP di Balikpapan. “Masa guru kami yang notabenennya guru SMA dimutasi ke SMP. Enggak rasional kan?” katanya.


Ia menilai, masih banyak guru lain di SMAN 5 yang lebih pantas dimutasi. Misalnya guru baru yang memang harus banyak jam terbang.


Kepala SMAN 5, Siswantoro mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait mutasi tersebut. Sebab mutasi adalah kebijakan Kepala Dinas Pendidikan Kota (Disdik) Balikpapan. Ia mengatakan, keputusan pemindahan telah ditetapkan dan kepala sekolah tidak dapat mengintervensi. “Mungkin saya cuma bisa membantu mediasi dengan Disdik karena keputusan ada di tangan Kadisdik,” ujar Siswantoro.


Aksi yang dimulai pukul 09.45 Wita ini, sempat membuat guru panik. Pasalnya aksi yang awalnya diperkirakan hanya berlangsung di seputaran lingkungan sekolah melebar ke luar. Para pedemo berusaha merangsek keluar pagar untuk melakukan aksi unjuk rasa di kantor Disdik yang kebetulan berjarak tak jauh dari sekolah.


Pihak guru pun meminta bantuan kepolisian untuk meredam aksi tersebut. Tak lama kemudian, polisi tiba di lokasi dan berhasil menenangkan siswa. Namun aspirasi siswa tetap disalurkan ke kantor Disdik melalui perwakilan siswa. (*/ede)   (Sumber : kaltimpost.co.id, 30-01-2010)

 

TATA KELOLA SISTEM INFORMASI

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin pesat pertumbuhannya. Jika tidak dikelola dengan cara yang baik dan benar justru akan menyebabkan pemborosan dan pengulangan kesalahan berganda bila dibandingkan dengan cara tradisional sekalipun.

Untuk itulah peran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) harus didefinisikan dengan fokus pada pemberian nilai tambah kepada organisasi. (1) Menciptakan “value” melalui peningkatan unjuk kerja dan inovasi dan (2) Menjaga “value” melalui pengelolaan secara operasional dan menangani resiko yang mungkin terjadi berkaitan dengan investasi TIK.

Sistem informasi didefinisikan sebagai kegiatan mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisa dan menyampaikan informasi untuk sebuah tujuan khusus “aplikasi”. Lingkungan yang melingkupi sistem informasi berupa ketersediaan hardware, software, data, network, procedure dan people.

Tujuan utama sistem informasi adalah mengumpulkan data, memprosesnya menjadi informasi kemudian mengubah informasi menjadi pengetahuan untuk sebuah tujuan khusus.

Data didefinisikan sebagai deskripsi pokok suatu hal, kejadian, aktivitas dan transaksi yang direkam, diklasifikasikan dan disimpan tetapi belum diorganisir menjadi sesuatu yang spesifik. Informasi didefinisikan sebagai data yang telah diorganisir sehingga memiliki arti dan nilai tambah bagi penerimanya. Pengetahuan (knowledge) diartikan sebagai informasi yang telah diorganisir dan diproses sehingga menjadi pemahaman, pengalaman dan keahlian ketika diterapkan pada situasi aktifitas yang berbeda.


Sistem Informasi – Klasifikasi Fungsi Dukungannya

Sistem informasi, tinjauan klasifikasi fungsi dukunganya dapat digambarkan sebagai piramida yang tersusun dari empat lapis. Berturut-turut dari bagian paling bawah keatas adalah : Operasional Managers, Data Workers, Middle Managers dan Top Manager.

Operasional managers akan menangani transaction processing system mis. order precessing, fulfillment, material movement, A/R, A/P, GL, payroll dan POS. Data workers menangani knowledge management system dan office automation system berupa simulation, pgm coding, system support, word processing, desktop publishing. Middle managers menangani management information system, decision support system dan intelligent support system berupa sales management, inventory control, annual budget, production schedulling, cost analysis dan pricing analysis. Top Manager menangani executive support system berupa 5-year sales trend, profit planning, 5-year budget forecasting dan product development.


Strategi Organisasi dan TIK

Keselarasan strategi organisasi dan TIK akan menentukan keberhasilan pengelolaan TIK. Pertama, menyelaraskan strategi TIK dengan trategi bisnis dan misi organisasi/lembaga. Kedua, mengelola kemampuan TIK dengan membuat keputusan, strukturisasi dan mengelola organisasi dan memberikan layanan TIK ke organisasi dan ketiga, mengintegrasikan teknologi baru, penggerak dan peluang dengan strategi bisnis. Tiga hal yang mempengaruhi adalah: IT alignment, IT management & delivery dan IT enablement.

Area Fokus IT Governance

IT Governance fokus pada penyampaian “value” dan mengurangi resiko akan investasi TIK, “value” di-drive oleh strategi yang selaras degan bisnis, resiko dikelola melalui akuntabilitas sistem yang dibangun.

Penggerak TIK dikelompokkan dalam tiga penggerak utama yaitu: technology drivers (kebutuhan akan teknologi terbaru), organizational drivers (pergerakan organisasi menjadi tujuan dibandingkan dengan bisnis itu sendiri) dan business specific drivers.

IT Organization dipengaruhi oleh faktor-faktor: (1) internal business drivers (degree of business unit diversity) (2) external drivers (environment, business process linkages, information flows/linkages) dan (3) history and culture (local culture, corporate culture, IT culture) serta (4) technology drivers (rate of technology change, embedded core systems predominance.

IT Management and Delivery dibagi menjadi service areas untuk mengidentifikasi pengaruh faktor-faktor dan mempertemukan IT Service Requirements dengan berdasar kepada business strategy objectives. Tiga hal yang mempengaruhi IT Management and Delivery adalah infrastruktur, pemberian solusi dan faktor kepemimpinan. Service areas dikelompokkan dalam capabilities, sourcing, structure & governance dan processes.

Gambaran strategi TIK mendukung strategi bisnis dapat dilihat pada keterkaitan yang saling mempengaruhi antara: strategi organisasi, fungsi organisasi, arsitektur aplikasi, infrastruktur teknis, sumber daya/pegawai dan pendanaan.

Tata Kelola TIK

Langkah-langkah pengelolaan yang baik TIK adalah (1) membangun kerangka kerja organisasi pemerintahan (2) menyelaraskan strategi TIK dengan strategi organisasi (3) memahami/mendefinisikan resiko berkaitan dengan pengembangan TIK (4) mendefinisikan target atau sasaran (5) menganalisa kemampuan yang ada dan identifikasi “gap” (6) membuat strategi pengembangan (7) mengukur hasilnya dengan alat ukur yang ada dan (8) melakukan evaluasi dan perbaikan. (Sumber www.depdagri.go.id, 30-01-2010)

 

Pemerintah Berencana Pindahkan Guru

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Nasional berencana melakukan distribusi ulang guru SD dan SMP dari daerah yang kelebihan guru ke daerah lain yang kekurangan. Kebijakan ini diharapkan berlaku efektif mulai awal tahun ajaran baru Juni-Juli mendatang. Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh mengatakan, rasio guru nasional tingkat SD dan SMP sudah cukup baik bila dibandingkan dengan negara-negara lain.

Dia mencontohkan, rasio guru SD di Indonesia adalah satu guru untuk 20,29 siswa atau terbaik kelima di dunia setelah Amerika Serikat, Inggris, Malaysia, dan Jepang. Sementara, untuk tingkat SMP, rasio satu guru untuk 14,23 siswa adalah terbaik kedua se dunia setelah Jepang. “Namun, kalau dilihat lebih dalam, ada satu kabupaten kelebihan guru, sementara kabupaten lain kekurangan guru,” katanya usai rapat koordinasi di Istana Wakil Presiden kemarin (27/1).

Rapat yang dipimpin Wakil Presiden Boediono tersebut dihadiri Menko Kesra Agung Laksono, Menkeu Sri Mulyani, Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto, Menag Suryadharma Ali, dan Kepala Bappenas Armida S. Alisjahbana.

Uutuk itu, Kemendiknas berencana menerbitkan peraturan menteri yang memungkinkan satu daerah melakukan sharing guru dengan kabupaten lain, serta sharing guru antara sekolah negeri dan sekolah swasta.

“Selama ini ada persoalan ego sektoral karena pengaruh otonomi daerah dan persoalan anggaran. Ini karena tambahan guru dari daerah lain akan memperbaiki rasio, namun sekaligus menambah beban anggaran daerah, karena gaji guru dibayar oleh pemerintah daerah,” terang mantan rektor ITS ini.

Peraturan menteri tersebut juga akan mengatur pembagian kewenangan yang lebih tegas antara pemerintah pusat dan daerah di bidang pendidikan. Dia mencontohkan, selama ini ada masalah kewenangan untuk memperbaiki sekolah yang rusak, tunjangan profesi guru, dan pendidikan siswa yang berada di daerah perbatasan wilayah.

Baca selengkapnya...

 

Wawali Soroti Pegawai yang Keluyuran saat Jam Dinas

TARAKAN - Wakil Wali Kota (Wawali) Tarakan Suhardjo Trianto mengungkapkan, disiplin pegawai yang mulai menurun perlu mendapat pengawasan dari instansi terkait. Ia bahkan akan menginstruksikan Satpol PP dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk merazia PNS yang keluyuran saat jam dinas.

Baca selengkapnya...

 
Artikel Lainnya...
Kalender Agenda
previous month May 2019 next month
M T W T F S S
week 18 1 2 3 4 5
week 19 6 7 8 9 10 11 12
week 20 13 14 15 16 17 18 19
week 21 20 21 22 23 24 25 26
week 22 27 28 29 30 31
buy viagra online | viagra price | viagra side effects | information viagra | buy viagra | buy viagra pills | buy generic viagra | viagra for sale | order viagra online | is viagra safe for women | free viagra sample | viagra natural | female viagra | viagra 6 free samples | USA viagra | Viagra uk | viagra purchase | dosage viagra | discount viagra | viagra cheap | non prescription viagra