Home Berita dan Artikel Berita Prov BKD Cuma Terima Data

BKD Cuma Terima Data


BANJARMASIN - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel HM Thamrin menyatakan, badan yang ia pimpin hanya bersifat menerima data honorer yang diajukan oleh masing-masing SKPD termasuk dari 13 kabupaten/kota. Jadi jika ada isu yang menyatakan ada titipan honorer dari kepala daerah usai Pemilukada, pihaknya tidak dapat menjelaskan tentang data-data yang dimaksud.

“Kita kan hanya menerima data dari instansi, baik di provinsi maupun di kabupaten/kota, jadi kita tidak bisa menjelaskan apakah ada data yang diduga titipan,” ucapnya, saat dihubungi JPNN, kemarin (20/9).

Diterangkan Thamrin, proses masuknya honorer ke data base Badan Kepegawaian Negara (BKN) berawal dari usulan dari masing-masing instansi dengan persetujuan dari kepala kantor instansi yang bersangkutan.

Setelah ada usulan, Inspektorat Kalsel akan melakukan verifikasi langsung dengan mendatangi masing-masing instansi. Verifikasi ini dilakukan untuk mengecek apakah data terkait SK honorer dan masa kerja yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kenyataan.

Selain itu, absensi kehadiran juga tidak luput dari perhatian pihak inspektorat. “Awalnya ada usulan dari instansi, kemudian diverifikasi oleh Inspektorat dan baru diserahkan ke BKD,” terangnya.

Dengan mekanisme tersebut, Thamrin berkesimpulan bahwa data yang BKD peroleh merupakan data yang bersih dari berbagai dugaan, baik itu dugaan pemalsuan data ataupun dugaan titipan tim sukses. “Data yang kami dapat sudah melewati verifikasi dari Inspektorat jadi sudah bersih,” cetusnya.

Lantas bagaimana dugaan tersebut terbukti kebenarannya, Thamrin mengaku pihaknya bukanlah yang bertanggung jawab jika memang terbukti ada honorer titipan tim sukses. Menurut Thamrin benar tidaknya data tersebut tergantung dari tiga unsur.

Pertama adalah kepala kantor instansi dimana honorer tersebut bekerja. Karena dialah yang mengusulkan nama-nama honorer kepada BKD. Kedua adalah Inspektorat karena instansi inilah yang melakukan verifikasi. Jika ada data yang tidak sesuai dengan kenyataan berarti ada kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak. Ketiga adalah pegawai honorer yang bersangkutan, bagaimana dia memberikan data yang benar kepada atasan dan juga inspektorat.

Sementara itu, Sekdaprov Kalsel HM Muchlis Gafuri saat dimintai komentarnya tentang isu ini mengatakan hal tersebut mungkin saja terjadi, namun kemungkinannya sangat tipis.

“Mungkin saja ada tapi kemungkinannya sangat kecil karena pengawasan cukup ketat,” ujarnya.

Sekadar diketahui, data honorer di Kalsel pada tahun 2005 mencapai 15 ribu orang. Jumlah tersebut tersebar di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Jumlah itu saat ini seluruhnya sudah diangkat menjadi PNS dengan adanya pengangkatan yang dimulai sejak tahun 2006 hingga 2009.

Sedangkan untuk data honorer tercecer yang masuk pada pengusulan hingga 31 Agustus 2010 dan hingga 15 September 2010 tercatat hanya berjumlah kurang dari 150 orang yang tersebar di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.(mr-111/jpnn/metrobalikpapan.co.id/23/09/2010)
 
Kalender Agenda
previous month September 2014 next month
M T W T F S S
week 36 1 2 3 4 5 6 7
week 37 8 9 10 11 12 13 14
week 38 15 16 17 18 19 20 21
week 39 22 23 24 25 26 27 28
week 40 29 30
Polling
Bagaimana menurut Anda website BKD Tipe 3 ini?

Please register to vote

 
buy viagra online | viagra price | viagra side effects | information viagra | buy viagra | buy viagra pills | buy generic viagra | viagra for sale | order viagra online | is viagra safe for women | free viagra sample | viagra natural | female viagra | viagra 6 free samples | USA viagra | Viagra uk | viagra purchase | dosage viagra | discount viagra | viagra cheap | non prescription viagra