Berita Kab/Kota

Bupati : Jangan Alergi Dikritisi Masyarakat

 

MALINAU - Mutasi jabatan yang dilakukan terhadap 69 pejabat baik Eselon II, III, dan IV, Selasa (7/5) kemarin merupakan langkah strategis membangun dan meningkatkan kinerja pemerintah. Mutasi dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan karena pejabat yang pensiun dan hal-hal lainnya. Selain itu untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintah.

Demikian diungkapkanBupati Malinau Yansen TP saat memberikan sambutan seusai melantik dan mengambil sumpah para pejabat baru tersebut di Ruang Tebengang lantai II, Kantor Bupati, Jalan Pusat Pemerintahan, Tanjung Belimbing.

Kepada para pejabat yang dilantik, Bupati meminta dapat menerima jabatan baru itu dengan sungguh-sungguh dan menjalankan amanah di balik jabatan tersebut. “Sebab itu sudah menjadi konsekuensi dari jabatan. Jabatan adalah amanah dan kita yang dipercayainya sekarang harus mampu mengembannya,” pesan Bupati.

Bupati juga mengungkapkan sejumlah hal penting terkait progres pembangunan dan pelaksanaan Gerakan Desa Membangun (Gerdema). Saat ini katanya, Gerdema telah memasuki tahun pertama setelah sebelumnya melalui proses awal mulai dari perumusan hingga penyusunan dan penetapan program pembangunan mulai tingkat desa hingga daerah. 

“Yang sekarang sedang dijalankan penyusunan penetapan peraturan desa untuk menjadi payung hukum bagi desa misalnya dalam hal pengelolaan keuangan desa,” ujarnya.

Dalam satu tahun pertama Gerdema ini, diakui Bupati masih terdapat beberapa kekurangan. Antara lain perhatian satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam  menyerap aspirasi desa dan masih kurangnya koordinasi antara SKPD dan camat. Sehingga menimbulkan kondisi yang stagnan. “Kondisi ini masih bisa ditoleransi karena masih tahun pertama. Ke depan, tidak boleh lagi terjadi,” tegasnya.

Bupati mengakui, saat ini masyarakat sudah dapat kritis menyikapi berbagai hal termasuk pembangunan (Gerdema). “Artinya, masyarakat  sudah punya kepedulian. Kita jangan alergi. Justru sikap kritis mereka harus dinilai sebagai masukan dan melihatnya itu sebagai dorongan,” tegas Yansen.

Untuk menyukseskan Gerdema di desa-desa, Bupati juga  menyerukan kepada para pegawai termasuk pejabat SKPD agar memberikan dukungan dan bimbingan kepada desa di lingkungannya masing-masing. Terutama sesuai bidang dan tupoksi dari dinas terkait.

Kepada pejabat yang dilantik, Bupati mengharapkan terus meningkatkan kemampuan dan jangan berpuas diri. “Harus peka terhadap kebutuhan dan tuntutan serta kondisi masyarakat,” tegasnya.  Demikian pula kepada para camat. Bupati meminta camat terus mengawal pelaksanaan Gerdema.

“Tanggung jawab dan berintegritas serta profesional. Perbanyak waktu berada di tengah masyarakat, serap aspirasi dan keinginan masyarakat. Jika ada masalah segera diselesaikan,” pesan Bupati. (ida/ran) (Sumber:www.kaltimpost.co.id 08/05/12)
 

Kristian Jabat Asisten II, Udau Staf Ahli

Sebanyak 69 pejabat eselon II, III dan IV PNS di lingkungan Sekretariat Pemkab Malinau dilantik Bupati Yansen TP, Senin (7/5) pagi kemarin di Ruang Tebengang Kantor Bupati. Ada beberapa perubahan pada sejumlah jabatan. Antara lain Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) sekarang dijabat Esly Parir yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben).

Kristian Radang yang semula menduduki jabatan Kepala Disdikpora bergeser menempati posisi asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekkab. Hendris Damus yang semula menjabat asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, bergeser dan menjabat asisten III Bidang Adminitrasi Umum.Posisi Kepala Distamben ditempati Tomy Labo yang sebelumnya menjabat kepala Bagian Perekonomian dan Penanaman Modal.

Kemudian, M Maksum MAP yang sebelumnya menduduki jabatan sebagai sekretaris Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai kepala Dinas Perdagangan Industri dan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) yang sebelumnya ditempati Samuel Yusuf.  Sementara Samuel Yusuf telah mengakhiri masa baktinya alias pensiun.

Selanjutnya HM Pandi yang sebelumnya kepala Bagian Hukum Setkab bergeser sebagai kepala Badan Kesbangpol dan Linmas. Untuk jabatan pengganti kabag Hukum masih kosong. Kemudian kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang semula ditinggalkan Giram Barshobedie karena menjabat kepala Dishubkominfo, dalam pelantikan kemarin dijabat Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rukli yang meninggalkan jabatannya sebagai kasubbag Humas Polres Malinau.

Pergeseran serupa juga terjadi pada tingkat staf ahli. David Serang Amba Bunga yang sebelumnya menjabat staf ahli bidang ekonomi dan pembangunan bergeser menjadi staf ahli bidang hukum dan politik.  Sedangkan staf ahli bidang ekonomi dijabat oleh Udau Robinson yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Badan Pengelola Kawasan Perbatasan, Pedalaman dan Daerah Tertinggal.

Pada tingkat kecamatan, juga terjadi perubahan. Henock Markus yang sebelumnya duduk di Bagian Litbang Bapedda dipercaya menduduki posisi sebagai camat Malinau Selatan menggantikan M Fiteriady yang sekarang menduduki posisi sebagai kabag Humas dan Protokol menggantikan Normanus Yusak. Normanus bergeser ke posisi sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Selain posisi itu setingkat kepala SKPD mutasi juga dilakukan pada jabatan sekretaris SKPD dan kepala bidang di sejumlah SKPD. Bupati Yansen TP mengungkapkan, mutasi ini sebagai langkah strategis dalam upaya mengisi jabatan agar tidak kosong didamping sebagai promosi karir PNS. Mengingat banyak jabatan kosong karena pejabat yang sudah pensiun dan karena hal-hal lainya.

Pelantikan dihadiri dan disaksikan Ketua DPRD Pdt Martin Labo, dan anggota, Wakil Bupati Topan Amrullah dan Sekkab Adri Patton, dan sejumlah pejabat forum pimpinan daerah (FKPD) serta pimpinan instansi dan pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD). (ida/ran) (Sumber:www.kaltimpost.co.id 08/05/120

 

Mutasi Dua Minggu Lagi

Jadwal Molor Akibat Menunggu Paripurna Raperda

PENAJAM-Gerbong mutasi ditubuh Pemkab Penajam PaserUtara kembali bergerak. Jika semula ditargetkan April lalu, seperti yang pernah disampaikan Bupati  Andi Harahap, kini jadwal itu direvisi menjadi pertengahan Mei nanti. Ada banyak pejabat yang bakal menempati pos baru, terutama untuk posisi eselonIV.

Menurut Sekretaris Kabupaten Sutiman, ada beberapa kendala di balik penundaan mutasi kaliini. Misalnya masih ada sejumlah pejabat yang perlu pendalaman kapasitas terkait penempatan.“Dan in icukup rumit, karena harus benar-benar selektif. Apalagi jumlahnya banyak,” terang Sutiman yang juga Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

Hal lain yang juga menghambat, lanjut Sutiman, karena ada beda perspektif waktu antara dirinya dengan Kepala Badan Kepegawaian Daerah yang juga sekretaris Baperjakat Alimuddin. Versi Alimuddin, mutasi cocok dilakukan setelah digelar sidang paripurna pengesahan beberapa peraturan daerah, dimana diantaranya terdapat pembentukan instansi baru. Namun oleh Sutiman, mutasi tak perlu menunggu paripurna.

“Memang semula kita perkirakan paripurna bisa dilakukan April. Tapi ternyata molor. Daripada mutasi ikut molor, saya minta tak perlu menunggu. Nanti kalau memang diperlukan ada mutasi lagi setelah paripurna, ya mutasi lagi,” ungkap Sutiman.

Tentu saja yang paling ditunggu dari mutasi kali ini, seperti apa komposisi yang bakal tersaji untuk pejabat eselon II. Hal ini sangat wajar, mengingat ada sejumlah posisi yang hingga kini masih berpredikat pelaksana tugas(plt), seperti Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Andi Ariani, Plt Kepala BKD Alimuddin, Sekretaris DPRD Pahlawan Syahrani, dan Plt Kepala Dinas Pertambangan Jono.

Saat ditanya soal komposi siini, Sutiman belum bisa membeber apakah yang bersangkutan bakal menduduki posisi definitif, atau mungkin ada nama baru yang muncul. “Tunggu saja, masih kita godok. Nanti akan tahu sendiri kalau sudah waktunya,” kata Sutiman.(ind/lhl) (Sumber:www.kaltimpost.co.id 02/05/12)

 

 

PNS Harus Peka dan Berkomitmen

PENAJAM - Bupati Penajam Paser Utara H Andi Harahap kembali menegaskan, menjadi pegawai negeri sipil (PNS)adalah sebuah amanah dan kepercayaan yang diberikan tidak hanya dari pemerintah daerah, namun juga masyarakat.Oleh karena itu, sumpah dan janji PNS yang diucapkansaat yang bersangkutan dilantikharus dipegang teguh dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Ia menegaskan itu kembali di sela-sela menerima kunjungan Dandim 0904/Tng Letkol Inf M Nasrullah Nasution kemarin. Bupati menekankan,  PNS adalah abdi masyarakat dan negara. Sebagai abdi masyarakat, PNS harus peka dan tanggap terhadap setiap persoalan yang timbul di masyarakat, dapat menjadi contoh dilingkungannya, menjaga perilaku di masyarakat serta memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, sesuai dengan latar belakang kompetensi dan tugasnya masing-masing.

Dikatakannya,untuk menjadi abdi negaraitu, seorang PNS harus memiliki komitmen dalam rangka mendukung usaha pemerintah mendorong terciptanya pemerintahan yang baik, yang diimplementasikan melalui sikap dan tindakan nyata dimulai dari diri masing-masing. Selain itu,  seorang PNS harus bertindak secara profesional dan proporsional dalam tanggung jawab kerja masing-masing, menjaga moralitas, efektif dan berdayaguna, mempunyai produktivitas tinggi dengan kualitas yang tinggi pula, transparan serta akuntabel dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

Ia menegaskan, jadi PNS bukan untuk menjadi raja ditempat kerjanya, menjadi PNS juga bukan tujuan untuk berenak-enak lalu mengabaikan tugas yang telah diberikan padanya, PNS harus mengedepankan kebersihan ditempat kerja dan mengedepankan sikap kedisiplinan dalam bekerja. “Yang tak sanggup melakukan pekerjaannya sebagai PNS saya minta segera mengundurkan diri atau kalau dinilai malas maka saya tak segan-segan memecat PNS bersangkutan.Soal kedisiplinan kita patut mencontoh disiplinnya militer, kita tahu dengan kedisiplinan militer mereka berhasil dalam kinerjanya karena faktor kedisiplinan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan tugas PNS sehari-hari,” ujarnya.

Seorang PNS yang mempunyai tingkat kedisiplinan tinggi akan tetap bekerja dengan baik walaupun tanpa diawasi oleh atasan. Karena itu,lanjutnya,dalam rangka meningkatkan kedisiplinan dan kinerja sebagai abdi negara dan masyarakat agar tercipta pelayanan yang prima harus mempunyai budaya malu.

Malu untuk terlambat, malu untuk tidak ikut apel, malu untuk sering izin dan tidak masuk tanpa alasan yang jelas, malu untuk bekerja tanpa program, malu untuk pulang sebelum waktunya, malu untuk bekerja tanpa pertanggungjawaban, malu karena pekerjaan kita terbengkalai, serta malu karena tidak memakai seragam tidak rapi dan tanpa atribut lengkap. Jika budaya malu tersebut telah kita pahami dan diterapkan dalam melakukan pekerjaan kita sebagai seorang PNS,  maka semua program kegiatan dan tujuan pembangunan daerah yang kita tetapkan bersama dapat tercapai,” tuturnya.(ari/fir) (Sumber : www.kaltimpost.co.id 01/05/12)

 

Kemampuan Otak Saja Tidak Cukup

 

Tingkatkan Kualitas Aparatur Melalui ESQ

TENGGARONG – Guna meningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur, sekitar 113 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kutai Kartanegara mengikuti pelatihan pembinaan mental spiritual atau Emotional Spritual Question (ESQ), Jumat (27/4) lalu di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong,.
Ketua panitia sekaligus Kepala BKD Pemkab Kukar M Ridha Darmawan menjelaskan, pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan SDM stafnya dalam memberikan pelayanan kepada seluruh PNS di Kukar yang berkaitan dengan kepegawaian. “Jumlah PNS di Kukar kurang lebih 16 ribu. Karena itu pelatihan ESQ ini nantinya akan memberikan wawasan dan peningkatan kualitas SDM, khususnya staf BKD bagaimana memberikan pelayanan kepada seluruh PNS yang membutuhkan pelayanan di bidang kepegawaian dengan baik,” ungkap Ridha.
Sementara sambutan Bupati Rita Widyasari yang disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, Salmon Zakaria mengatakan, SDM yang berkualitas merupakan hal terpenting dalam pembangunan bangsa. Apalagi pengaruh globalisasi dan kemajuan teknologi memberikan dampak beragam.
Menurut dia, krisis multidimensi saat ini memprihatinkan sebab pola pembangunan SDM terlalu mengedepankan kecerdasan intelektual (IQ) dan materialisme, tapi mengabaikan kecerdasan emosi (EQ) terlebih lagi kecerdasan spiritual (SQ).
“Untuk meningkatkan kemampuan pegawai negeri ini, kemampuan otak saja tidak cukup, tapi juga harus diasah spiritualnya. Karena sebagus apapun sistem yang berlaku namun apabila individu sebagai pelaksana sistem berperilaku menyimpang dan melanggar nilai tersebut, maka akan menimbulkan kerugian,” papar Salmon.
Lebih lanjut Salmon mengharapkan, pembinaan mental spiritual PNS di lingkungan BKD Kukar yang berlangsung selama dua hari tersebut, nantinya mampu meningkatkan kesadaran seluruh staf. Betapa perlunya memberikan yang terbaik kepada masyarakat, sehingga cita–cita yang tertuang dalam program Gerbang Raja dalam peningkatan SDM dapat tercapai dengan baik.
“Sebagai aparatur pelayanan jasa, seluruh staf wajib memberikan servis yang elegan kepada pelanggan, terlebih kalau pelayanan itu berdasarkan keikhlasan, maka seluruh yang diberikan kepada publik akan bernilai ibadah,” tambah Salmon. (hmp10) (Sumber : www.kaltimpost.co.id 01/05/12)

 
Artikel Lainnya...
Kalender Agenda
previous month September 2016 next month
M T W T F S S
week 35 1 2 3 4
week 36 5 6 7 8 9 10 11
week 37 12 13 14 15 16 17 18
week 38 19 20 21 22 23 24 25
week 39 26 27 28 29 30
Polling
Bagaimana menurut Anda website BKD Tipe 3 ini?
get('only_registered')) { if($guest) { ?>

Please register to vote

 
buy viagra online | viagra price | viagra side effects | information viagra | buy viagra | buy viagra pills | buy generic viagra | viagra for sale | order viagra online | is viagra safe for women | free viagra sample | viagra natural | female viagra | viagra 6 free samples | USA viagra | Viagra uk | viagra purchase | dosage viagra | discount viagra | viagra cheap | non prescription viagra