Tenaga Kontrak Usia 50 Tahun Ikut Evaluasi

 

SANGATTA – Sebanyak 6.030 orang yang berstatus Tenaga Kerja kontrak Daerah (TK2D) Kabupaten Kutai Timur, mengikuti seleksi dan evaluasi, yang dilaksanakan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutim, selama 2 hari sejak kemarin sampai hari ini. Kegiatan itu digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kantor Pemkab Kutai Timur, di Bukit Pelangi Sangatta. ang menarik, ada TK2D yang berumur 50 tahun, ikut menjalani evaluasi itu.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutai Timur Zainuddin Aspan mengatakan, pelaksanaan tes bagi TK2D merupakan evaluasi, dan bukan seleksi.
“Hal ini dilakukan untuk mengetahui jumlah TK2D sesungguhnya yang ada di Kutai Timur, baik yang bekerja di setiap SKPD, Kecamatan dan termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kutim,” kata Zainuddin, Rabu (21/12).

Selain itu, kata dia, evaluasi juga dilakukan untuk memastikan jumlah TK2D yang ada, agar berkesesuaian dengan anggaran yang tersedia. “Karena selama ini, anggaran yang dikeluarkan Pemkab untuk membayar gaji TK2D, mencapai puluhan miliar rupiah,” sebutnya tanpa merinci angkanya. Diterangkan Zainuddin, hasil evaluasi itu, akan keluar SK untuk mengevaluasi ulang TK2D. Hal ini menjadi acuan untuk mengeluarkan SK kerja TK2D yang diterbitkan langsung satu pintu dari BKPP Kutim, bukan lagi diterbitkan masing-masing SKPD. Sehingga mulai tahun depan, SK TK2D yang terbitkan oleh dinas, tidak akan berlaku lagi. “Selain itu, evalusi dilakukan juga untuk melakukan penertiban TK2D yang selama ini ada yang merupakan titipan oknum. Bahkan saat ini jumlah TK2D Kutim tercatat sudah mencapai 6.030 orang,” terangnya.

Masih menurut Zainuddin, terkait kondisi usia atau umur TK2D Kutim yang saat ini mengabdi di lingkungan Pemkab, akan menjadi pertimbangan karena pengabdian.
“Sebenarnya ada batasan bagi yang mengabdi sebagai TK2D Kutim adalah yang berumur maksimal 45 tahun. Tetapi ternyata ada yang selama ini telah mengabdi sebagai TK2D, dan telah berusia 50 tahun,” katanya. Dengan begitu, kemungkinan TK2D yang berumur di atas 50 tahun, maka akan dilakukan sitem outsourcing yang penggajiannya disesuaikan dengan anggaran di masing-masing SKPD. “Itu dilakukan agar tidak lagi menggunakan SK TK2D, tapi hanya dengan kontrak kerja biasa,” pungkasnya. (sab)

sumber : http://www.korankaltim.com/tenaga-kontrak-usia-50-tahun-ikut-evaluasi/