Home Berita dan Artikel Artikel Pemkot Dipaksa Kembalikan Duit Pusat, Defisit Anggaran Berlanjut Tahun Depan

Pemkot Dipaksa Kembalikan Duit Pusat, Defisit Anggaran Berlanjut Tahun Depan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Wali Kota Rizal Effendi jengkel bukan main. Ia menyebut pemerintah pusat culas dalam mengakali sulitnya kondisi keuangan. Salah satunya memaksa pemerintah daerah mengembalikan kelebihan salur yang jelas jadi kesalahan pemerintah pusat sendiri.

“Ini kan tidak lazim. Tidak masuk akal di tengah kondisi defisit seperti ini,” tegasnya di hadapan tamu undangan di Aula Kantor Wali Kota, kemarin (5/9) siang. Pemkot khusus menggelar pertemuan ini untuk menyampaikan defisit pada keuangan daerah. Hadir puluhan kontraktor, pimpinan asosiasi, jajaran muspida, DPRD Balikpapan, Kadin Balikpapan, MUI Balikpapan, perbankan, tokoh masyarakat, TNI/POLRI, termasuk mantan walikota Tjutjup Suparna.

Pertemuan dimulai pukul 14.00 Wita. Tidak ada konsumsi. Hanya air putih dalam botol kecil. Itu pun tak boleh mengambil sembarangan. Harus mengisi absen baru mendapat satu botol air putih. Meski demikian tak mengurangi isi dari pertemuan.

Rizal tampil mengupas kondisi anggaran. Dengan membawa pointer, ia berdiri dan menjabarkan satu per satu poin-poin dalam struktur anggaran. Tamu undangan menyimak paparan yang ditampilkan pada dua proyektor besar.

Duit yang harus dikembalikan pemkot, salah satunya terkait tunjangan profesi guru. Di mana setiap tahun, pusat selalu memberikan kelebihan transfer 10 persen sebagai cadangan jika ada tambahan guru baru yang sudah sertifikasi. Kelebihan salur ini sudah terjadi beberapa tahun. Biasanya sisa penyaluran langsung masuk kas daerah. Tak pernah dipersoalkan.

“Ini kan kesalahan pemerintah pusat. Kenapa dari dulu enggak dihitung. Sekarang ketika anggaran sulit pemkot diminta mengembalikan kelebihan itu. Kalau pemkot enggak mau, tahun depan dipotong langsung dari bantuan keuangan. Ini kan enggak masuk akal,” kata Rizal geram.

Ia kembali mencontohkan soal alokasi dana bagi hasil minerba tahun anggaran 2016 yang ditetapkan sebesar Rp 567 miliar, berdasarkan Perpres 137/2015. Dari ketetapan itu sudah disalurkan Rp 283 miliar. Belakang muncul perubahan dalam Perpres 66/2016 ternyata dana bagi hasil untuk Balikpapan hanya Rp Rp 217 miliar

“Padahal sudah disalurkan Rp 283 miliar. Ini kelebihannya disuruh kembalikan juga. Ini kan sangat lucu,” tambahnya. Pemkot sejatinya masih punya sisa dana perimbangan yang belum ditransfer pusat senilai Rp 23 miliar. Namun untuk menagih itu, pemkot ragu-ragu. Di sisi lain pemkot harus mengembalikan kelebihan salur. Hasil perhitungan, dana yang harus dikembalikan setelah dipotong dana perimbangan perimbangan TA 2013 yang belum ditransfer adalah Rp 47,12 miliar. Sementara kurang salur dari pemerintah pusat untuk Balikpapan TA 2015 ditetapkan Rp 52 miliar sampai sekarang belum jelas kapan diserahkan ke daerah.

BERLANJUT TAHUN DEPAN

Terkait kondisi defisit anggaran, Rizal menjelaskan, sebetulnya sektor pendapatan daerah mampu melampaui target yang direncanakan. Namun penurunan dana bagi hasil menyebabkan defisit APBD 2016 masih mencapai Rp 577 miliar.

Solusinya, Rp 304 miliar ditutup dengan penghematan baik menunda maupun menghentikan proyek. Rp 200 miliar akan dibayar tahun depan. Sisanya, Rp 72 miliar ditutup dengan penundaan penyertaan modal ke Perusda, PDAM dan BPD.

Dalam prognosis anggaran tahun 2017, sektor belanja langsung diproyeksi hanya Rp 1,085 triliun. Kemudian alokasi wajib, seperti pemeliharaan dan operasional di bidang fisik perkotaan, sosial dan ekonomi mencapai Rp 625 miliar. Kemudian direncanakan untuk membayar kekurangan pembayaran stadion dan BIC Rp 100 miliar. Juga pembayaran proyek tahun 2015 yang ditunda ke 2016 sebesar Rp 200 miliar. Sisanya hanya Rp 159 miliar.

Sementara itu pemkot masih punya utang yang harus dilunasi tahun depan. Seperti ganti rugi Cemara Rindang, Somber, lahan Waduk Teritip, Lahan embung Aji Raden, dan lain lain mencapai Rp 221 miliar. “Artinya sisa uang tadi juga tidak cukup untuk tahun depan. Makanya kami terus membahas. Mengkaji sumber-sumber pendapatan lain yang memungkinkan,” jelasnya.

Opsi melakukan pinjaman ke perbankan disebut sangat sulit. Pinjam ke BPD tak mungkin dilakukan karena hanya ada pinjaman jangka pendek (1 tahun). Itu pun tak boleh digunakan untuk menutup defisit. Sementara pinjam ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) juga ada tahapan panjang yang harus dilalui. Seperti persetujuan gubernur sampai menteri keuangan. “Itu pun akan dikaji bagaimana kemampuan kesehatan keuangan daerah. Kita pinjam Rp 100 miliar belum tentu dikasih segitu. Jadi tidak semudah yang diucapkan,” pungkasnya. (rsh2/k18)

sumber; http://kaltim.prokal.co/read/news/277548-pemkot-dipaksa-kembalikan-duit-pusat-defisit-anggaran-berlanjut-tahun-depan.html

 
Kalender Agenda
previous month February 2019 next month
M T W T F S S
week 5 1 2 3
week 6 4 5 6 7 8 9 10
week 7 11 12 13 14 15 16 17
week 8 18 19 20 21 22 23 24
week 9 25 26 27 28
buy viagra online | viagra price | viagra side effects | information viagra | buy viagra | buy viagra pills | buy generic viagra | viagra for sale | order viagra online | is viagra safe for women | free viagra sample | viagra natural | female viagra | viagra 6 free samples | USA viagra | Viagra uk | viagra purchase | dosage viagra | discount viagra | viagra cheap | non prescription viagra